Sofyan Polihito
Menarik ketika menyimak dinamika politik di Gorontalo saat ini. Diberitakan bahwa Golkar akan mengevaluasi dukungannya di pemerintahan, bahkan di salah satu media online yang selalu oposisi dengan pemerintahan – menyebutkan bahwa Gubernur Gusnar Ismail telah kehilangan “Ruhnya”.
Jika benar demikian, maka ini adalah politik belah bambu dan pembelajaran politik yang tidak mendidik untuk Gorontalo. Ada keinginan sebagian kelompok yang menginginkan agar pasangan Gusnar – Idah retak dan pecah. Pasalnya, Idah Syahidah adalah Wakil Gubernur dan juga Ketua DPD I Golkar.
Jika Golkar menarik diri dari pemerintahan, maka itu sama saja membuat Wakil Gubernur kehilangan “Ruhnya” dalam pemerintahan.
Publik menilai bahwa wakil Gubernur idah syahidah ditempatkan pada posisi yang tidak baik. semestinya timnya sama-sama merawat jalannya pemerintahan.
Jika keputusan ditentukan orang lain, maka publik menilai bahwa Ibu Wagub kehilangan “Ruhnya sendiri”.
Sebagai pengamat pemerintahan, kami menilai ini tidak baik untuk Wakil Gubernur Idah Syahidah karena ada kepentingan lain yang bermain dengan manuver-manuver tertentu.
Apakah ini keinginan Wakil Gubernur atau keinginan sekelompok orang yang memanfaatkan nama dan pengaruh untuk memuluskan kepentingan tertentu?
Wallahu a’lam bissawab.