Gubernur Gusnar Ismail, di Dampingi Rektor IAIN Gorontalo, Marten Taha, Nelson Pomalingo Dan Dahlan Usman
Gorontalo, 09/03/2026. Suasana buka puasa bersama keluarga besar HMI–KAHMI, FORHATI di Graha KAHMI, minggu (09/08/2026), berubah menjadi momentum penting bagi masa depan pendidikan Islam di Gorontalo. Dalam acara yang dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Bupati Gorontalo Utara Thoriq Modanggu, mantan Wali Kota Gorontalo Marten Taha, mantan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, serta Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali, semangat perubahan status kampus Islam di Gorontalo kembali menguat.
Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar Ismail menegaskan bahwa alumni HMI memiliki karakter berpikir yang khas yang visioner, berorientasi pada karya, dan selalu membawa semangat pembangunan. Menurutnya, ini seperti “kartu pengenal Pengenal” yang membuat sesama alumni HMI dapat saling mengenal meskipun sebelumnya belum pernah bertemu.

Pernyataan yang lebih mengejutkan datang dari Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal. Dalam ceramahnya ia mengungkapkan bahwa selama ini hanya satu kepala daerah yang paling gigih memperjuangkan peningkatan status IAIN menjadi Universitas Islam Negeri di tingkat pusat, khususnya di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
“Kami harus jujur mengatakan, Gubernur Gusnar Ismail adalah sosok yang paling ngotot memperjuangkan perubahan status ini,” tegasnya di hadapan ratusan kader dan alumni.
Bagi pihak kampus, dukungan tersebut bukan sekadar simbol politik, melainkan bentuk komitmen nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia di Gorontalo. Rektor menilai langkah Gusnar Ismail memperjuangkan transformasi IAIN menjadi UIN merupakan investasi besar bagi masa depan pendidikan, riset, dan peradaban Islam di daerah tersebut.