Gorontalo,28/02/2026. Ada pemimpin yang banyak sensasi, ada kepala daerah yang sibuk mengurus kepala daerah lain, ada pula pemimpin yang membuat pusat datang sendiri. Gusnar Ismail jelas berada pada kategori ketiga. Keseriusannya mengurus Provinsi Gorontalo bukan sekadar retorika politik, melainkan kerja konkret yang memaksa perhatian nasional tertuju ke daerah ini. Ketika menteri perhubungan RI Dudy Purwagandhi hadir langsung bersama jajaran lengkap ini bukan kunjungan biasa. itu adalah pengakuan bahwa Gorontalo sedang bergerak maju dengan kecepatan baru.
Hanya berselang tujuh hari sejak ground breaking perluasan apron dan pembangunan taxiway di Bandar Udara Djalaluddin untuk mendukung embarkasi haji (20/02/2026), pemerintah pusat langsung merespons dengan kehadiran penuh kekuatan. Dirjen perhubungan udara lukman Laisa, Dirjen perhubungan laut Mas’ud, Dirjen perhubungan darat Aan Suhanan, dan dirjen perkeretaapian Allan Tandiano Hadir langsung dengan meteri perhubungan untuk memastikan lalu lintas angkutan lebaran tahun 2026.

pertemuan yang penuh hikmah ini, juga memastikan dukungan penuh untuk kegiatan PENAS KTNA ke XVII di Gorontalo yang di hadiri sekitar 30.000 peserta dari seluruh indonesia.
Ini adalah bukti bahwa kepemimpinan Gusnar—idah tidak bekerja dalam bayang-bayang, tetapi di garis depan pembangunan. Progres yang baik selalu memanggil kepercayaan, dan kepercayaan selalu diikuti dukungan.
Inilah esensi kepemimpinan sejati bukan menunggu perhatian, tetapi menciptakan alasan kuat bagi pusat untuk datang. Gusnar Ismail tidak sekadar memimpin Gorontalo, ia sedang mengangkat martabat daerah ini ke panggung nasional, dengan kerja nyata, visi besar, dan hasil yang tak terbantahkan