Gorontalo, 29 Desember 2025.“Tinelo Lo Lipu” bukan sekadar simbol melainkan harapan pemimpin yang memberi pencerahan bagi rakyatnya. Sebuah makna yang sejalan dengan falsafah Gorontalo,
Di tangan Gusnar Ismail, kepemimpinan tidak tercerabut dari akar adat dan agama. Pembangunan Islamic Center, misalnya, tetap melibatkan proses adat, mopobulito, momayango, mopomaklumu, bukan asal bangun lalu peletakan batu pertama.
Prosesi adat tersebut dihadiri oleh
Kadhi Lo Hulondhalo
Kadhi Lo Limutu
Kadhi Lo Suwawa
Juga di hadiri
Wu’u Suwawa
Baate Lo Hulondhalo
Baate Lo Limutu
Baate Lo Bulango
Keselarasan antara agama, adat, dan pemerintahan terus dihidupkan oleh Gubernur Gusnar Ismail. Ia bukan hanya khalifa, tetapi juga contoh. Gorontalo dijadikannya nyata sebagai Serambi Madinah, Gorontalo di ikhtiarkan menjadi embarkasi haji, IAIN di ikhtiarkan naik kelas menjadi UIN, buka puasa Senin–Kamis rutin di masjid-masjid, serta sholat Jumat berjamaah di Masjid Jami kecamatan di Provinsi Gorontalo.
Menanggapi kritik yang dilontarkan Wali Kota Adhan Dambe terkait pembangunan Islamic Center di salah satu media online (28/12/205), Juru Bicara Gubernur Gorontalo menanggapinya dengan santai,
Dr. Alvian Mato, menegaskan bahwa pembangunan Islamic Center bukan hanya menerima kritik, tetapi juga menerima donasi.
“Panitia bukan hanya menerima kritik tetapi juga menerima donasi dari Pemerintah Kota sebagai bentuk keseriusan untuk mendukung dan berpartisipasi dalam pembangunan Islamic Center sebagai simbol kebanggaan masyarakat Gorontalo”. Ujarnya Salah satu advokat dan akademisi ini .